Menikmati Kopi Tidore di Ternate


Panitia menyampaikan persiapan HJT 766 saat Media Gathering | Sumber Foto Facebook Panitia HJT


SAYA tidak suka kopi. Tapi, tepatnya pada malam 18 November 2016, setelah agenda Media Gathering yang digelar oleh Panitia Hari Jadi Ternate (HJT) ke-766, saya merasa penting untuk membicarakan tentang kopi.

Saya bukan pecinta kopi. Saya suka teh manis. Tapi membincang kopi yang satu ini barangkali berbeda dengan percakapan tentang kopi yang banyak disajikan oleh sejumlah kedai kopi.

Kali ini tentang kopi dari daratan Tidore. Saya hanya tahu, kopi ini dari Tidore. Saya baru mendengarnya dari salah satu pejabat asal Tidore ketika dirinya diberikan kesempatan berbicara dalam Media Gathering. Katanya, ini kopi tradisional. Dalam bahasa lokal Tidore disebut ‘Kopi Dabe’.

Kopi Dabe ini adalah kopi hasil kombinasi dari rempah-rempah. Tidore dan beberapa daerah seperti Ternate, Jailolo, dan Bacan memang dikenal memiliki potensi rempah-rempah yang menggiurkan. Menurutnya, Tidore sudah sejak lama mengenal kopi yang dimasak dengan rempah-rempah, seperti cengkih, pala, dan kayu manis.

Saya sempat bertanya pada beberapa orang tentang kopi ini. Mereka mengaku, Kopi Dabe memang memiliki aroma yang khas. Bau cengkih, pala, dan kayu manis yang menyatu dalam aroma kopi membuatnya menjadi kopi yang unik.

Rekan-rekan jurnalis Maluku Utara yang hadir di Media Gathering HJT 766 | Sumber Foto Facebook Panitia HJT
Menurut salah satu teman saya, yang juga berasal dari Tidore, kopi ini dibuat dengan cara dimasak. Katanya, Kopi Dabe lebih nikmat dimasak dengan tungku, ketimbang menggunakan kompor. Orang-orang di sini memang percaya, memasak menggunakan tungku sangat berpengaruh pada rasa.

Dalam hajatan HJT ke-766 ini, rencananya pemerintah Kota Tidore akan menyajikan Kopi Dabe sekaligus ikut melakukan atraksi pembuatan kopi tersebut sebagai bentuk ajang promosi. Selain itu, masyarakat Kota Ternate dan para wisatawan yang ikut menyaksikan rangkaian kegiatan dapat menikmati kopi dari Tidore ini secara gratis.

Bahkan, untuk membuktikan komitmen Segitiga Emas antara Kota Ternate, Tidore, dan Kabupaten Halmahera Barat,  tidak tanggung-tanggung, salah satu pejabat asal Jailolo juga mengaku akan menyajikan kopi rempah khas Jailolo dalam agenda HJT ke-766. Saya memang suka teh manis, tapi kali ini saya akan mencobanya. Menikmati kopi rempah-rempah dalam perayaan HJT. (*)

Penulis: Rajif Duchlun
Powered by Blogger.